Virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) menyebar ke berbagai negara di dunia dan menyebabkan timbulnya penyakit COVID-19 di mana-mana, pada 11 Maret 2020, WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Pandemi Covid-19 di Indonesia kian hari terus meningkat baik yang dinyatakan terinfeksi positif dan yang meninggal meningkat terus hingga  akhir  Mei  2020, oleh karena hal tersebut maka Jurusan Pendidikan Geografi UNESA, melalukan penelitian mengenai Evaluasi Hasil Pemeetaan Persebaran Covid-19 Di Indonesia Per Maret 2020.

Berdasarkan  hasil  survei  evaluasi  pemetaan persebaran covid di Indonesia didapat bahwa  penggunaan masker di Jawa Timur mencapai 70%. Artinya hanya sekitar sepertiga penduduk yang memakai masker saat berinteraksi di ruang publik. Penyebab kedua adalah lemahnya kebijakan kesehatan terkait penanganan wabah di Jawa Timur. Salah satu kebijakan yang harus diterapkan di ketiga daerah ini, juga di 7 kabupaten/kota lain yang zona merah dan 22 kabupaten/kota zona oranye, adalah pembatasan mobilitas dan aktivitas sosial masyarakat. Akan tetapi kenyataan di lapangan, saat  ini  tidak  ada  kebijakan  dengan  penegakan  sanksi  tegas  yang  terkait  pembatasan tersebut. Mobilitas masyarakat berpotensi semakin meningkatkan pertambahan kasus baru dan kecenderungan terlihat dari peningkatan arus kendaraan.

Sedangkan kasus Covid-19 di DKI Jakarta terjadi karena penularan tinggi saat liburan panjang atau  long  weekend.  Pemprov  DKI  Jakarta  terus  memastikan  tes  Polymerase  Chain Reaction alias tes swab untuk menentukan kasus Covid-19 baru secara cepat. Tingginya jumlah kasus positif Corona di Jakarta dikarenakan Pemprov DKI mencari warga-warga yang  terpapar.  Jakarta  mengambil  strategi  mencari  orang-orang  yang  terpapar,  lalu diisolasi, lalu diputus mata rantainya. Upaya pencegahan ini bisa dimulai dengan aturan yang bersifat persuasif hingga denda dan sanksi. Pengendalian COVID-19 di DKI Jakarta juga  berdasar  pada  Peraturan  Gubernur  No.  51  Tahun  2020  tentang  pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi. Peraturan tersebut berisi tentang PSBB bertahap, kewajiban mematuhi protokol kesehatan, sanksi sosial dan finansial bagi pelanggar,  dan  imbauan  kepada  masyarakat  untuk  aktif  melaporkan  kasus  positif. Penerapan aturan di lapangan sudah dilakukan dengan cara ganjil genap untuk sepeda motor. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan di jalan. Aturan pemakaian fasilitas umum digunakan   oleh   setengah   dari   kapasitas  semula  dan   pembatasan   jam   operasional. Tujuannya untuk menghindari kerumunan misalnya pada Transjakarta, MRT, dan KRL. Aturan penggunaan masker dengan penegakannya dibantu oleh pihak kepolisian dan TNI, dengan tujuan untuk mengurangi penularan antar orang.

FaLang translation system by Faboba