Siapa yang tidak mengenal corona virus disease-19 atau biasa disebut covid-19? Ya, virus ini berasal dari Wuhan, Cina yang digadang-gadang sebagai virus mematikan. Bahkan di Indonesia sendiri jumlah pasien yang terkena covid-19 semakin banyak, karena virus ini sudah merebak dan mewabah hingga kota-kota kecil. Salah satu kota yang terdampak covid-19 adalah Ngawi.

Banyak relawan yang terjun dalam penanganan dampak covid-19, tak terkecuali Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) chapter 2 Universitas Negeri Surabaya. Tim KKN dari Unesa melakukan berbagai kegiatan dalam membantu penanganan covid-19. Anggota tim tersebar di beberapa wilayah diantaranya Sine, Kwadungan, Karangjati dan Gerih.

Beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi donor darah. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu PMI dalam menyediakan stok darah bagi Rumah Sakit yang membutuhkan. Tim KKN bekerja sama dengan PMI Ngawi, Madiun dan Sragen. Mengingat tempat tinggal dari anggota tim KKN teresebar diberbagai daerah. “Dengan melakukan donor darah kami berharap dapat membantu PMI dalam menyediakan stok darah bagi Rumah Sakit yang membutuhkan dan dapat meningkatkan jiwa social bagi masyarakat”, ucap Bintang Faizal Ketua Tim KKN Unesa Ngawi yang kebetulan juga merupakan mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi.

 

Kegiatan selanjutnya adalah membantu satgas di Posko-posko terdekat. Kegiatan yang dilakukan seperti melakukan pendataan terhadap warga yang baru sampai di wilayah Ngawi, melakukan pengecekan suhu tubuh, membantu dalam proses isolasi warga yang tempatnya sudah disediakan oleh posko, serta ikut dalam penyemprotan desinfektan di sekitar rumah warga. Tak hanya itu, tim KKN Unesa juga membantu dalam pengecekan warga di wilayah perbatasan Ngawi-Sragen. Tentunya kegiatan yang dilakukan tetap mengikuti protocol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Fakta menarik didaerah perbatasan Jawa Timur - Jawa Tengah tepatnya di Pos Terpadu  pemantauan di Mantingan Jawa Timur adalah para pengendara rata-rata belum mengetahui aturan yang wajib dipenuhi ketika masuk wilayah Jawa Timur, mereka berdalih belum ada sosialisasi terhadap kelengkapan surat-surat seperti: surat hasil rapid test, surat rekomendasi perjalanan dari perusahaan atau instansi terkait, surat dari kepala desa, maupun kelengkapan dalam memakai masker. 

“Masih banyak para pengendara yang tidak melengkapi surat-surat yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi Jawa Timur, hal ini mengakibatkan banyak mereka yang kemudian putar balik menuju tempat asal karena apapun alasannya tidak ada toleransi sedikitpun, hal ini merupakan peraturan yang bersama harus disetujui guna mencegah penularan covid 19 di Jawa Timur yang lebih meluas. ”, ucap Teguh Puryadi selaku Ketua BPBD Kabupaten Ngawi.

Kegiatan yang dinaungi oleh LPPM Unesa ini dilakukan sesuai dengan kapasitas dari tim KKN Unesa, karena keadaan yang tidak dapat dikontrol sehingga harus tetap memperhatikan aturan yang berlaku. Dari kegiatan ini pula diharapkan dapat membantu masyarakat dalam penanganan covid-19 serta meningkatakan jiwa sosial generasi muda