Kajian Tentang Keberadaan Industri Kopyah (Studi Kasus di Desa Pengangsalan Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan)

    Ambar Fitriani, Bambang Sigit Widodo, Murtedjo, Sulistinah

    ABSTRAK

    Pekerjaan sebagai pengrajin kopyah merupakan pekerjaan di sektor kerajinan rumah tangga yang menjadi produk unggulan Kabupaten Lamongan.  Jumlah industri rumah tangga yang paling besar terdapat di Desa Pengangsalan dengan jumlah industri sebanyak 54 industri kopyah. Desa Pengangsalan merupakan satu-satunya desa yang memproduksi kopyah di Kabupaten Lamongan, tenaga kerjanya berasal dari desa itu sendiri dan sebagian besar penduduk di desa tersebut memproduksi kopyah namun hanya ada satu pemilik industri kopyah yang memiliki merek dan terdaftar di Kabupaten Lamongan sedangkan pemilik industri kopyah lainnya tidak memiliki merek dan menggunakan merek yang sudah ada di Gresik.

    Tujuan dari penelitian ini menjelaskan gambaran, realita tentang keberadaan industri kopyah secara mendalam dan rinci. Lokasi dalam penelitian ini adalah Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang merupakan studi yang mengekploitasi suatu masalah dengan batasan terperinci, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga tahapan yaitu, reduksi, penyajian data, dan kesimpulan.

    Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa di Desa Pengangsalan ini terdapat dua jenis pengrajin kopyah yaitu pengrajin yang mengerjakan kopyah menggunakan merk milik sendiri dan pengrajin yang mengerjakan kopyah menggunakan merk milik orang lain, dalam hal ini merk milik Gresik.  Dari keberadaan pengrajin kopyah yang ada di Desa Pengangsalan, hal yang paling mempengaruhi keberaan kopyah adalah modal dan pemasaran. Pengrajin yang memiliki modal bisa mendaftarkan merknya sendiri dan bisa memasarkan hasil produksi kopyah kepada masyarakat, sedangkan yang tidak memiliki modal akan kesulitan untuk mendaftarkan merknya, selain itu pemasaran yang kurang menjanjikan bagi pendapatan mereka juga akan mempengaruhi para pengrajin kopyah memilih untuk mengerjakan merk milik orang lain. Oleh karena itu mereka lebih memilih untuk mengerjakan merk milik orang lain, mereka hanya mengerjakan saja dan menerimah upah tanpa harus memasarkan hasil kopyah tersebut. Keberadaan indutri kopyah juga tidak pernah luput dari beberapa aspek yang mempengaruhi seperti tenaga kerja, pendapatan, dan lokasi industri, sedangkan yang tidak mempengaruhi keberadaan industri kopyah antara lain bahan baku yang berasal dari Gresik, aksesibilitas, pendidikan dan keterkaitan dalam organisasi masyarakat. Pola titik persebaran merupakan pola menyebar atau random karena keadaan topografi desa yang seragam dan titik industri kopyah menyebar rata di seluruh Desa Pengangsalan.

     Kata kunci : Keberadaan industri kopyah

     Tentang Penulis :

    1. Ambar Fitriani, NIM. 094274243, Tgl Yudisium: 27-5-2015, Jurdik Geografi – FIS – UNESA
    2. Bambang Sigit Widodo, Pembimbing, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi – FIS – UNESA
    3. Murtedjo, Penguji 1, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi – FIS – UNESA
    4. Sulistinah, Penguji 2, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi – FIS – UNESA

     Sitasi :

    Fitriani, A., Widodo, B., S., Murtedjo, Sulistinah, 2015. KAJIAN TENTANG KEBERADAAN INDUSTRI KOPYAH (Studi Kasus di Desa Pengangsalan Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan). Skripsi. Jurdik Geografi, FIS, UNESA. Surabaya.

    Kerentanan Bangunan Hunian Pada Wilayah Zona Potensi Bencana Tsunami Di Kecamatan Pacitan

    Yogi Sutan Setyo Pambudi, Nugroho Hari Purnomo, Soegiyato, Sulistinah

    Abstrak

    Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pacitan yang yang memiliki morfologi berupa dataran rendah pantai. Daerah penelitian secara administratif berada di Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur. Secara geografis berhadapan dengan Samudera Hindia dan tegak lurus dengan zona subduksi. Secara historis belum pernah ada catatan fenomena bencana tsunami yang ditimbulkan oleh aktivitas subduksi di hadapan daerah penelitian. Pengetahuan penduduk terkait bencana tsunami masih belum cukup untuk mengelola bangunan hunian berdasarkan pendekatan risiko tsunami. Oleh karena itu daerah penelitian memiliki risiko tsunami yang tinggi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah karakteristik bangunan hunian pada wilayah zona potensi bencana tsunami skenario 8 Mw di Kecamatan Pacitan? (2) Bagaimanakah tingkat kerentanan bangunan hunian pada wilayah zona potensi bencana tsunami skenario 8 Mw di Kecamatan Pacitan? Dengan terjawabnya rumusan masalah akan didapat tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui karakteristik dan tingkat kerentanan bangunan hunian di daerah penelitian.

    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah overlay atau tumpang susun peta skenario zona potensi bencana tsunami berdasarkan pemicu gempa 8 Mw dan karakteristik bangunan hunian sehingga akan diperoleh tingkat kerentanan bangunan hunian.

    Berdasarkan hasil tumpang susun,. 68,7% bangunan hunian memiliki tingkat kerentanan sedang. Konsentrasi bangunan hunian berada pada wilayah dengan tingkat risiko rendah. Indeks kerentanan tinggi berada pada variabel jumlah lantai, jenis pagar dan orientasi bangunan. Sedangkan variabel konstruksi dan jenis dinding memliliki indeks kerentanan rendah.

    Kata kunci: Karakteristik, bangunan hunian, kerentanan, tsunami.

    Tentang Penulis :

    1. Yogi Sutan Setyo Pambudi, NIM 10040274227 Tgl Yudisium : ,Jurdik Geografi – FIS
    2. Dr. Nugroho Hari Purnomo, M.Si, Pembimbing, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi – FIS – UNESA
    3. Drs. Soegiyato, M.Si, Penguji 1, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi – FIS – UNESA
    4. Dra. Sulistinah, M.Pd, Penguji 2, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi – FIS – UNESA

     Sitasi :

    Pambudi, Y.S.S., Nugroho, H.P., Soegiyanto, Sulistinah, 2014. KERENTANAN BANGUNAN HUNIAN PADA WILAYAH ZONA POTENSI BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN PACITAN. Skripsi. Jurdik Geografi, FIS, Unesa. Surabaya.

    Kajian Kondisi Obyek Wisata Goa Tabuhan Dan Goa Gong di Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan

    Ilham Ahsanu Ridlo, P.C. Subiyantoro, Agus Sutedjo, Sri Murtini

    ABSTRAK

    Pacitan dikenal dengan kota pariwisata. Dengan ikonnya “Kota 1001 Goa” Kabupaten Pacitan memiliki banyak goa yang menarik untuk dikunjungi. penelitian ini mengambil lokasi penelitian di dua obyek wisata yaitu obyek wisata Goa Tabuhan dan Goa gong, alasannya karena keduanya sama-sama goa yang telah dikembangkan menjadi obyek wisata, namun memiliki jumlah wisatawan yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kedua obyek wisata dari segi potensi, aksesibilitas, karakteristik wisatawan, pendapat wisatawan yang ditinjau dari daya tarik dan nilai kegunaan, lokasi dan interaksi.

    Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan pendekatan komparasi keruangan. Penelitian ini menggunakan sampel wisatawan di obyek wisata Goa Tabuhan sebanyak 50 orang dan di obyek wisata Goa Gong sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan datanya dengan accidental random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket, observasi dan pengukuran serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan deskriptif untuk mengetahui perbedaan potensi, interaksi dan lokasi. Aksesibilitas, pendapat wisatawan tentang daya tarik, nilai kegunaan, karakteristik wisatawan dilakukan dengan deskriptif kuantitatif.

    Hasil penelitian dari kajian kondisi obyek wisata Goa Tabuhan dan Goa Gong diketahui bahwa potensi obyek wisata Goa Tabuhan dan Goa Gong sama-sama berada pada kriteria baik. Namun terdapat perbedaan dari segi luas. Goa Gong lebih luas daripada Goa Tabuhan, stalakmit dan stalakmit di Goa Gong yang masih aktif serta kuantitas penjual barang yang lebih banyak di Goa Gong. Hal itu yang dapat mempengaruhi jumlah wisatawan di Goa Gong. Aksesibilitas Goa Tabuhan dan Goa Gong dalam kondisi sedang berdasarkan pertimbangan jarak dari pusat kota dan kondisi medan. Karakteristik wisatawan obyek wisata Goa Tabuhan dan Goa Gong berdasarkan pendidikan dalam kriteria pendidikan tinggi dan pendapatan wisatawannya pada kriteria sedang, sedangkan untuk asal wisatawan sama-sama berasal dari luar kabupaten. Berdasarkan pendapat wisatawan tentang daya tarik Goa Tabuhan termasuk dalam kriteria sedang dan untuk Goa Gong dalam kriteria baik. Pendapat wisatawan tentang nilai kegunaan obyek wisata Goa Tabuhan dan Goa Gong mengatakan tidak menjadikan kedua obyek wisata sebagai tujuan utama. Dan untuk aksesibilitas ditinjau dari jarak tempuh, waktu tempuh dan biaya yang dikeluarkan wisatawan dalam kriteria sulit dijangkau. Interaksi/interdependensi antara Goa Tabuhan dan Goa Gong kecil jika dilihat dari gerakan wisatawan dikedua obyek wisata. Mayoritas wisatawan tidak mengunjungi kedua obyek wisata dalam satu waktu

     Kata Kunci : potensi, konsep esensial geografis, wisatawan

     Tentang Penulis

    1. Ilham Ahsanu Ridlo, NIM 11040274010,Tgl Yudisium : 1 September 2015, Jurdik Geografi FIS-Unesa.
    2. P.C Subiyantoro, Pembimbing, Dosen Pendidikan Geografi FIS-Unesa.
    3. Agus Sutedjo, Penguji 1, Dosen Pendidikan Geografi FIS-Unesa.
    4. Sri Murtini, Penguji 2, Dosen Pendidikan Geografi FIS-Unesa.

    Sitasi

    Ridlo, I.A, Subiyantoro, P.C., Sutedjo, A., Murtini, S., 2015. Kajian Kondisi Obyek Wisata Goa Tabuhan dan Goa Gong di Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan. Skripsi. Jurdik Geografi FIS-Unesa. Surabaya.

    Kajian Karakteristik Sosial, Ekonomi, Dan Lingkungan Keluarga Miskin Di Desa Mundusewu Dan Desa Nggrimbi Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang

    ABSTRAK

    Yannuar Lesmana Topan, Ita M.Z., Suharsono, Suhadi H.S.,

    Permasalahan kesejahteraan masyarakat di Indonesia masih merupakan permasalahan yang belum bisa ditemukan penyelesaiannya secara tuntas. Desa Mundusewu dan desa Nggrimbi adalah desa yang yang terletak di kecamatan Bareng kabupaten Jombang. Desa Mundusewu dan desa Nggrimbi pada periode 2006-2011 menuntukan perkembangan jumlah keluarga miskin yang bertolak belakang. Pada periode 2006-2011 desa Mundusewu menunjukan penurunan jumlah keluarga miskin paling besar di kecamatan Bareng, sedangkan sebaliknya desa Nggrimbi pada periode yang sama menunjukan peningkatan jumlah keluarga miskin paling besar di kecamatan Bareng.

    Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan yang menyebabkan perbedaan kesejahteraan keluarga miskin yang terjadi di desa Mundusewu dan desa Ngrimbi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey, sebagai populasi seluruh kepala keluarga miskin di desa Mundusewu dan desa Ngrimbi yang berjumlah 837 kepala keluarga. Sampel dalam penelitian ini adalah 270 kepala keluarga dengan rincian 182 kepala keluarga dari desa Mundusewu dan 88 kepala keluarga dari desa Ngrimbi yang ditentukan menggunakan random sampling . Teknik pengumpulan data yaitu melalui dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan Chi Square.

    Berdasarkan hasil uji Chi Square di desa Mundusewu diketahui pendidikan (p=0.267), usia (p=0.201), beban tanggungan (p=0.978), pendapatan (p=0.978), pengeluaran (p=0.557), bantuan pemerintah (p=0.004), bencana alam (p=0.007). Berdasarkan uji diatas dapat diketahui bahwa di desa Mundusewu faktor yang berpengaruh adalah bantuan pemerintah dan bencana alam dengan p<0.05. Sedangkan di desa Nggrimbi diketahui pendidikan (p=0.970), usia (p=0.603), beban tanggungan (p=0.760), pendapatan (p=0.414), pengeluaran (p=0.573 ), bantuan pemerintah (p=0.028), bencana alam (p= p=1.000). Berdasarkan uji diatas dapat diketahui bahwa faktor yang berpengaruh di desa Nggrimbi adalah bantuan pemerintah dengan p<0.05. Selain itu melalui uji chi square untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor yang berpengaruh antara kedua desa diketahui pendidikan (p=1.000), usia (p=0.945), beban tanggungan (p=0.217), pendapatan (p=0.125), pengeluaran (p=0.003), bantuan pemerintah (p=0.635), bencana alam (p=0.000), atau dengan kata lain faktor yang memiliki perbedaan yang signifikan diantara kedua desa adalah pengeluaran dan bencana alam dengan p<0.05. Selain faktor diatas faktor lain adalah jenis mata pencaharian dan aksesibilitas, secara umum pekerjaan kepala keluarga miskin di kedua desa adalah buruh tani, dan aksesibilitas desa Nggrimbi lebih baik dari pada desa Mundusewu sehingga pertumbuhan ekonomi lebih cepat di desa Nggrimbi.

     Kata kunci:        keluarga, miskin, tingkat kesejahteraan, ekonomi, sosial,  lingkungan, chi square

    Tentang Penulis:

    1. Yannuar Lesmana Topan, 094274041, Tgl lulus 22-8-2013, Jurdik Geografi-FIS-UNESA
    2. Ita Mardiani Zain, Pembimbing, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi-FIS-UNESA
    3. Suharsono, Penguji 1, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi-FIS-UNESA
    4. Suhadi HS, Penguji 2, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi-FIS-UNESA

    Sitasi:

    Topan, Y.L., Zain, I., M., Suharsono, Saputra, S.,H., 2013. KAJIAN KARAKTERISTIK SOSIAL, EKONOMI, DAN LINGKUNGAN KELUARGA MISKIN DI DESA MUNDUSEWU DAN DESA NGRIMBI KECAMATAN BARENG KABUPATEN JOMBANG. Skripsi. Jurdik Geografi, FIS,UNESA. Surabaya.

    Analisa Uji Beda Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas Di Ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani Dan Raya Darmo Surabaya Tahun 2011-2012

    Ratnawati, Kuspriyanto, Suharsono, Sri Murtini

    ABSTRAK

    Surabaya merupakan kota metropolitan dengan penduduk terbanyak kedua setelah ibu kota negara Jakarta. Sebagai kota yang terus berkembang, kebutuhan akan alat transportasi juga meningkat. Tingginya kebutuhan masyarakat tersebut menimbulkan berbagai masalah pula dibidang transportasi. Masalah-masalah transportasi umumnya adalah masalah kecelakaan lalu lintas. Jalan Ahmad Yani dan jalan Raya Darmo merupakan jalan utama di Surabaya yang memiliki ciri-ciri sama tetapi memiliki jumlah kejadian kecelakaan yang berbeda. Jumlah kecelakaan yang terdapat di jalan Ahmad Yani adalah sebesar 72 kejadian kecelakaan, serta jalan Raya Darmo sebesar 20 kejadian kecelakaan. Variabel yang diduga sebagai penyebab kecelakaan adalah pelaksanaan penindakan pelanggaran, kondisi jalan, kondisi lingkungan jalan, volume Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) serta kapasitas jalan.

    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkapat perbedaan antar variabel serta mengetahui penyebab kecelakaan yang menjadi kecenderungan pada jalan raya Jenderal Ahmad Yani dan jalan Raya Darmo yang merupakan jalan yang vital di Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tekhnik uji beda T Test dan uji beda Chi Kuadrat. untuk mengetahui tingkat signifikansi beda dari masing-masing variabel. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Tehnik pengumpulan data melalui observasi atau survei dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis uji beda dengan menggunakan metode T test atau uji T dan analisis uji beda Chi Kuadrat.

    Hasil penelitian menunjukkan adanya 8 subvariabel yang bisa diuji bedakan, karena selebihnya dianggap tidak perlu diuji karena hasil skoring yang cenderung sama.Dari hasil uji beda T Test tersebut maka nilai signifikansi beda yang paling tinggi ditunjukkan oleh variabel Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) yaitu t hitung sebesar  40,22 sedangkan t tabel adalah sebesar 3,841 dari dk=1 dan taraf kesalahan yang ditetapkan adalah 5%. Dari ke 8 uji beda tersebut maka variabel yang memiliki kecenderungan tertinggi sebagai penyebab kecelakaan adalah Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) yang tinggi. Volume Lalu lintas Harian Rata-rata yang tinggi terutama terdapat dijalan raya Jenderal Ahmad Yani.  Angka volume Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) yang tinggi yang mencapai 3 kali kapasitas yang seharusnya dari jalan tersebut adalah merupakan alasan kemungkinan LHR menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas didua jalan tersebut.

    Kata Kunci : Uji Beda, Kecelakaan Lalu Lintas

    Tentang Penulis :

    Ratnawati, NIM. 094274003, Tgl Yudisium:5 September 2013, Jurdik Geografi – FIS – UNESA

    Kuspriyanto, Pembimbing, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi – FIS – UNESA

    Sri Murtini, Penguji 1, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi – FIS – UNESA

    Suharsono, Penguji 2, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi – FIS – UNESA

     Sitasi :

    Ratnawati, Kuspriyanto, Murtini, S., Suharsono, 2013. ANALISA UJI BEDA PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUAS JALAN JENDERAL AHMAD YANI DAN RAYA DARMO TAHUN 2011-2012. Skripsi. Jurdik Geografi, FIS, UNESA. Surabaya.

    Page 2 of 4

    Please publish modules in offcanvas position.

    Free Joomla! template by L.THEME