Kajian Pembangunan Wilayah Untuk Penentuan Tingkat Perkembangan Wilayah Di Kabupaten Lamongan

    Moh. Adenan Qohar, L.Sudaryono, Daryono, Suharsono

    ABSTRAK

    Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2011, rata-rata kepadatan penduduk di seluruh Kabupaten Lamongan sebesar  958 jiwa/km². Kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Lamongan adalah Kecamatan Paciran sebanyak 2102 jiwa/km², adapun terendah adalah Kecamatan Sambeng sebanyak 273 jiwa/km² atau terpaut 1829 jiwa/km². hal ini menunjukkan kecamatan-kecamatan di Kabupaten Lamongan mengalami perbedaan laju pertumbuhan pembangunan yang tinggi, khususnya antara wilayah pusat pengembangan dengan daerah belakang (hinterland). Maka penting adanya pemetaan terkait sebaran Tingkat perkembangan wilayah di Kabupaten Lamongan.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi pola keruangan tingkat perkembangan wilayah  antar kecamatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa atau kejadian yang terjadi. Dengan variabel yang digunakan adalah kepadatan penduduk, PDRB perkapita, daya layan fasilitas pendidikan, daya layan fasilitas kesehatan, daya layan fasilitas ekonomi, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, aksesibilitas dan  industri. Tingkat perkembangan wilayah diukur dari nilai gabungan (indeks komposit) variabel-variabel tersebut.

    Hasil penelitian ini menunjukkan 44,5 % kecamatan di Kabupaten Lamongan  memiliki tingkat perkembangan rendah, yaitu pada Kecamatan Sukorame, Bluluk, Sambeng, Mantup, Kembangbahu, Sugio, Kedungpring, Modo, Tikung, Sekaran, Laren dan Solokuro yang sebagian besar kecamatan-kecamatan tersebut berada pada bagian selatan. 37 % mempunyai tingkat perkembangan wilayah sedang  yaitu Kecamatan Ngimbang, Pucuk, Sarirejo, Deket, Glagah, Karangbinagun, Turi, Karanggeneng, Maduran dan kalitengah, yang sebagian besar kecamatan-kecamatan tersebut berada pada bagian tengah. 18,5 % mempunyai tingkat perkembangan wilayah tinggi  yaitu kecamatan Lamongan, Babat, Sukodadi, Brondong dan Paciran. Dalam penelitian ini kecamatan yang memiliki tingkat perkembangan rendah cenderung berada pada wilayah yang memiliki aksesibilitas rendah (12 kecamatan), sedangkan wilayah yang memiliki tingkat perkembangan tinggi cenderung memiliki tingkat aksesibilitas tinggi yaitu 4 dari 5 kecamatan.

     Kata kunci : Kajian wilayah ,Pembangunan wilayah, Tingkat perkembangan wilayah

     Tentang penulis :

    1. Adenan Qohar, NIM. 064274037, Tgl Yudisium : 5-9-2013, Jurdik Geografi – FIS – UNESA
    2. Lucianus Sudaryono, Pembimbing, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi – FIS – UNESA
    3. Daryono, Penguji 1, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi – FIS – UNESA
    4. Suharsono, Pengiji 2, Dosen Jurusan Pendidikan Geografi – FIS – UNESA

     Sitasi :

    Qohar, M. A., Sudaryono, L., Daryono, Suharsono, 2013. KAJIAN PEMBANGUNAN WILAYAH UNTUK PENENTUAN TINGKAT PERKEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN LAMONGAN. Skripsi. Jurdik Geografi, FIS, UNESA. Surabaya.

    Please publish modules in offcanvas position.

    Free Joomla! template by L.THEME