Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi dan Demografi Terhadap Ketidakikutsertaan Pasangan Usia Subur (PUS) Menjadi Akseptor Keluarga Berencana (KB) Aktif Di Kabupaten Jombang

    Ade Ceindria, PC Subyantoro, Ita Mardiani Zain, Kuspriyanto

    ABSTRAK

    Di Indonesia, upaya untuk menurunkan jumlah kelahiran yang semakin melonjak disebabkan karena adanya pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) yang saat ini masih mengalami hambatan. Salah satunya adalah masih banyak Pasangan Usia Subur (PUS) yang masih belum menjadi peserta KB.

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan suami, tingkat pendidikan istri, keikutsertaan dalam penyuluhan, tingkat pendapatan keluarga, jumlah anak, dan kelengkapan anak terhadap ketidakikutsertaan PUS menjadi akseptor KB aktif di Kabupaten Jombang. Penelitian ini termasuk penelitian survey dengan rancangan case control yaitu setiap satu subyek kasus yaitu PUS yang tidak menjadi akseptor KB aktif dicarikan kontrolnya yaitu PUS yang menjadi akseptor KB aktif dan kemudian dikendalikan dengan status pekerjaan.Pengambilan sampel diambil dari 5 kecamatan yaitu Kecamatan Wonosalam, Jombang, Diwek, Ngusikan, dan Bareng. Tiap kecamatan diambil sampel 70 wanita. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square dan Regresi Logistik Berganda.

    Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan uji Chi-Square variabel keikutsertaan dalam penyuluhan (p = 0,000) dengan OR = 3,51 dan jumlah anak (p = 0,010) dengan OR = 2,11 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketidakikkutsertaan PUS menjadi akseptor KB aktif di Kabupaten Jombang. Hal ini sejalan dengan hasil uji Regresi Logistik Berganda yang menyatakan bahwa variabel yang paling berpengaruh adalah variabel keikutsertaan dalam penyuluhan (Sig. = 0,000) dan jumlah anak (Sig. = 0,003). Kemudian, untuk variabel kelengkapan anak, pada Chi – Square mempunyai pengaruh (p = 0,036) dengan Oods Ratio 1,63, tetapi pada hasil uji Regresi Logistik Berganda tidak berpengaruh (Sig. = 0,076). Sedangkan untuk variabel tingkat pendidikan suami (Sig = 0,099), tingkat pendidikan istri (Sig = 0,100), dan tingkat pendapatan keluarga (Sig = 0,573) tidak berpengaruh terhadap ketidakikutsertaan PUS menjadi akseptor KB aktif di Kabupaten Jombang. Alasan PUS tidak menjadi akseptor KB aktif adalah ingin anak lagi (14,86%), tidak ingin anak lagi (10,29%), dilarang suami (10,29%), pelayanan KB yang jauh dari rumah (3,71%), kesehatan (3,43%), agama (3,43%), biaya mahal (2,28%) dan belum punya anak (1,71%). Jadi dapat disimpulkan, variabel yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap ketidakikutsertaan KB adalah variabel keikutsertaan dalam penyuluhan.Ini kemungkinan disebabkan karena kurang efektifnya penyuluhan, jauhnya lokasi penyuluhan dari desa atau bahkan kurangnya motivator yang memotivasi PUS untuk ikut KB.

     Kata Kunci :       PUS, KB, tingkat pendidikan, penyuluhan, tingkat pendapatan, jumlah anak, kelengkapan anak.

     Tentang Penulis :

    1. Ade Ceindria, NIM 094274007, Tanggal Yudisium, Jurdik Geografi – FIS – UNESA
    2. PC Subyantoro, Pembimbing, Dosen Pendidikan Geografi – FIS – UNESA
    3. Ita Mardiani Zain, Penguji 1, Dosen Pendidikan Geografi – FIS – UNESA
    4. Kuspriyanto, Penguji 2, Dosen Pendidikan Geografi – FIS – UNESA

     Sitasi :

    Ceindria, A. Subyantoro, P. C., Zain, I. M., Kuspriyanto. 2013. PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN DEMOGRAFI TERHADAP KETIDAKIKUTSERTAAN PASANGAN USIA SUBUR (PUS) MENJADI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA (KB) AKTIF DI KABUPATEN JOMBANG. Skripsi. Jurdik Geografi, FIS, UNESA. Surabaya

    Please publish modules in offcanvas position.

    Free Joomla! template by L.THEME