Kajian Kondisi Obyek Wisata Goa Tabuhan Dan Goa Gong di Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan

    Ilham Ahsanu Ridlo, P.C. Subiyantoro, Agus Sutedjo, Sri Murtini

    ABSTRAK

    Pacitan dikenal dengan kota pariwisata. Dengan ikonnya “Kota 1001 Goa” Kabupaten Pacitan memiliki banyak goa yang menarik untuk dikunjungi. penelitian ini mengambil lokasi penelitian di dua obyek wisata yaitu obyek wisata Goa Tabuhan dan Goa gong, alasannya karena keduanya sama-sama goa yang telah dikembangkan menjadi obyek wisata, namun memiliki jumlah wisatawan yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kedua obyek wisata dari segi potensi, aksesibilitas, karakteristik wisatawan, pendapat wisatawan yang ditinjau dari daya tarik dan nilai kegunaan, lokasi dan interaksi.

    Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan pendekatan komparasi keruangan. Penelitian ini menggunakan sampel wisatawan di obyek wisata Goa Tabuhan sebanyak 50 orang dan di obyek wisata Goa Gong sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan datanya dengan accidental random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket, observasi dan pengukuran serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan deskriptif untuk mengetahui perbedaan potensi, interaksi dan lokasi. Aksesibilitas, pendapat wisatawan tentang daya tarik, nilai kegunaan, karakteristik wisatawan dilakukan dengan deskriptif kuantitatif.

    Hasil penelitian dari kajian kondisi obyek wisata Goa Tabuhan dan Goa Gong diketahui bahwa potensi obyek wisata Goa Tabuhan dan Goa Gong sama-sama berada pada kriteria baik. Namun terdapat perbedaan dari segi luas. Goa Gong lebih luas daripada Goa Tabuhan, stalakmit dan stalakmit di Goa Gong yang masih aktif serta kuantitas penjual barang yang lebih banyak di Goa Gong. Hal itu yang dapat mempengaruhi jumlah wisatawan di Goa Gong. Aksesibilitas Goa Tabuhan dan Goa Gong dalam kondisi sedang berdasarkan pertimbangan jarak dari pusat kota dan kondisi medan. Karakteristik wisatawan obyek wisata Goa Tabuhan dan Goa Gong berdasarkan pendidikan dalam kriteria pendidikan tinggi dan pendapatan wisatawannya pada kriteria sedang, sedangkan untuk asal wisatawan sama-sama berasal dari luar kabupaten. Berdasarkan pendapat wisatawan tentang daya tarik Goa Tabuhan termasuk dalam kriteria sedang dan untuk Goa Gong dalam kriteria baik. Pendapat wisatawan tentang nilai kegunaan obyek wisata Goa Tabuhan dan Goa Gong mengatakan tidak menjadikan kedua obyek wisata sebagai tujuan utama. Dan untuk aksesibilitas ditinjau dari jarak tempuh, waktu tempuh dan biaya yang dikeluarkan wisatawan dalam kriteria sulit dijangkau. Interaksi/interdependensi antara Goa Tabuhan dan Goa Gong kecil jika dilihat dari gerakan wisatawan dikedua obyek wisata. Mayoritas wisatawan tidak mengunjungi kedua obyek wisata dalam satu waktu

     Kata Kunci : potensi, konsep esensial geografis, wisatawan

     Tentang Penulis

    1. Ilham Ahsanu Ridlo, NIM 11040274010,Tgl Yudisium : 1 September 2015, Jurdik Geografi FIS-Unesa.
    2. P.C Subiyantoro, Pembimbing, Dosen Pendidikan Geografi FIS-Unesa.
    3. Agus Sutedjo, Penguji 1, Dosen Pendidikan Geografi FIS-Unesa.
    4. Sri Murtini, Penguji 2, Dosen Pendidikan Geografi FIS-Unesa.

    Sitasi

    Ridlo, I.A, Subiyantoro, P.C., Sutedjo, A., Murtini, S., 2015. Kajian Kondisi Obyek Wisata Goa Tabuhan dan Goa Gong di Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan. Skripsi. Jurdik Geografi FIS-Unesa. Surabaya.

    Please publish modules in offcanvas position.

    Free Joomla! template by L.THEME