Kuliah Keja Lapangan merupakan salah satu agenda yang wajib bagi mahasiswa geografi, baik itu jurusan ilmu geografi murni maupun pendidikan. Kenapa dikatakan wajib? karena bisa dilihat sendiri bahwa geografi merupakan suatu bidang ilmu, dimana materi yang disampaikan atau dipelajari berkaitan dengan persamaan dan perbedaan fenomena geosfer yang terjadi di muka bumi, baik itu dilihat dari sudut pandang keruangan, kelingkungan ataupun kewilayahan. Jadi, bisa dikatakan bahwa geografi tidak bisa dipelajari hanya dengan materi saja, tetapi perlu adanya peninjauan secara fisik atau langsung melihat keadaan fenomena geosfer yang terjadi tersebut.

Bisa dilihat di salah satu Universitas berbasis pendidikan (Universitas Negeri Surabaya), bahwa di prodi S1 Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA masih tetap menjalankan programnya yaitu KKL (Kuliah Kerja Lapangan) itu sendiri. Program KKL ini dibagi menjadi 3 jenis yang berbeda, yaitu KKL Geografi Fisik, KKL Geografi Manusia dan KKL Besar (gabungan dari KKL Geografi Fisik dan KKL Geografi Manusia) dengan jumlah hari yang berbeda disetiap jenis kegiatannya. Kegiatan KKL yang baru terlaksana pada hari kamis, 20 September 2018 kemarin merupakan KKL kedua yang dilaksanakan oleh mahasiswa prodi S1 Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya angkatan 2016 (semester 5). Muhammad Muchlisin sebagai ketua pelaksana KKL Geografi Manusia mengatakan bahwa KKl Geografi Manusia ini wajib diikuti oleh semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah geografi sosial dan geografi manusia.

Kegiatan KKL Geografi Manusia ini dilaksanakan di Pabrik Teh Wonosari Lawang daerah Malang dalam kurun wakktu sehari saja, mulai dari pukul 05.30 hingga 19.30 WIB. Kegiatan apa saja yang dilakukan pada KKL Geografi Manusia ini? Kegiatannya meliputi kunjungan pabrik teh, dimana pada pertemuan tersebut diawali dengan penyampaian materi oleh perwakilan dari pihak pabrik,mengenai proses produksi perkebunan teh hingga proses pengemasan produknya. Bukan hanya itu, mahasiswa sebagai pengunjung diajak turun langsung kedalam pabrik untuk melihat proses produksi teh dari daun teh asli yang didapat dari perkebunan teh di daerah tersebut.Tujuan lain yang dilakukan dalam KKL Geografi Manusia ini ialah observasi keadaan penduduk sekitar yang bertempat tinggal di kawasan Kebun Teh Wonosari Lawang, Malang. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui keadaan sosial, ekonomi, industri, budaya, adat, kebiasaan, penggunaan teknologi dan lain sebagainya di daerah tersebut.

Ternyata terungkap fakta bahwa mereka memiliki tatanan bangunan rumah tersendiri, dimana setiap RT memiliki warna cat yang berbeda. Warna cat ini juga membedakan status sosial mereka. Kata Bapak Hariyanto  (34) selaku Kepala Gudang mengatakan bahwa dataran tertinggi merupakan kawasan bagi masyarakat dengan kelas sosial tertinggi yaitu para pemilik tanah perkebunan dan tokoh masyarakat berstatus sosial tinggi lainnya, begitu pun sebaliknya kawasan dataran rendah dihuni oleh para buruh tani, dan karyawan-karyawan pabrik di kawasan tersebut. Dari dua tujuan tersebut mahasiswa diharapkan mampu memahami dan mengerti jelas tentang fenomena geografi yang mencakup keruangan , kelingkungan dan kewilayahan.

Bukan hanya itu juga, kegiatan ini juga membuat pikiran mahasiswa lebih terbuka (refresh) dengan lingkungan luar, seperti menyalurkan hobby jelajah alam, lebih tahu kehidupan penduduk sekitar kawasan, bahkan bisa dikatakan pula ini merupakan kegiatan meneruskan lembar halaman dari tumpukan pengalaman. Berbagai kisah bisa dituliskan atau bisa dibuat pelajaran. Maka dari itu kegiatan yang berkesan serta penting dalam pembelajaran ini tetap perlu dipertahankan. Tanpa KKL kuliah tak lengkap, bagaikan sayur tanpa garam.