Pelaksanaan pekerjaan CoE Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka Jurusan Pendidikan Geografi telah mencapai tahap sosialilasi dan diseminasi. Sosialisasi kurikulum Merdeka Belajar yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini dilaksanakan melalui Seminar pada hari Sabtu, 5 Desember 2020 pada pukul 08.30 hingga 12.30 WIB. Narasumber berasal dari tim CoE MBKM Jurusan Pendidikan Geografi, praktisi kewirausahaan, perguruan tinggi di luar Unesa, lembaga kedinasan dan pemerintah. Seminar dihadiri lebih dari 250 peserta yang terdiri dari pimpinan universitas, fakultas, dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi serta peserta umum dari berbagai wilayah di Indonesia. Bertindak sebagai narasumber dalam seminar tersebut adalah Dr. Nugroho Hari Purnomo, M.Si.

Pada kesempatan tersebut dihadirkan narasumber Dr. Wiwik Sri Utami, M.P. sebagai pembicara pertama yang memaparkan perihal kurikulum yang dihasilkan dalam rangkaian pekerjaan CoE ini. Narasumber memaparkan skema pelaksanaan kurikulum MBKM yang akan dilaksanakan oleh Jurusan Pendidikan Geografi UNESA. Kurikulum ini nantinya akan mulai dilaksanakan dan diterapkan pada angkatan 2019 dan 2020 yang saat ini masih aktif mengambil kuliah.

Pembicara kedua adalah Agus Tri Ismanto, S.E., CEO PT Redision Indonesia, yang memaparkan tentang magang kewirausahaan dalam pelaksanaan MBKM ini. Narasumber menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan magang kewirausahaan, kemampuan berbahasa asing terutama bahasa Inggris sangat penting untuk dikuasai. Narasumber juga menyatakan kesiapannya menerima magang bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi yang hendak belajar di perusahaannya. Mahasiswa yang mengikuti seminar ini nampak antusias dengan materi yang disampaikan oleh narasumber dengan memberikan banyak pertanyaan terkait proses magang kewirausahaan di jaringan perusahaan narasumber.

Narasumber ketiga adalah Ir. Sugeng Prijadi, M.App.Sc., Widyaiswara Ahli Utama dari Badan Informasi Geospasial. Tema yang dibawakan oleh narasumber ini adalah tekait magang industri di bidang keahlian informasi geospasial. Narasumber menjelaskan terkait keterampilan yang dapat dikembangkan mahasiswa dalam proses magang di BIG. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan memanfaatkan banyak data yang dapat digunakan untuk penyelesaian tugas akhir mereka nantinya. Menanggapi pertanyaan dari peserta, narasumber menekankan penggunaan perangkat lunak SIG yang berlisensi opensource untuk proses pembelajaran di sekolah.

Pembicara ketiga yaitu Dr. Ir. Artiningsih, M,Si. dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Narasumber menyampaikan tema pertukaran pelajar dalam pelaksanaan MBKM. Satu informasi penting yang disampaikan narasumber terkait pelaksanaan MBKM Jurusan pendidikan Geografi yang akan melaksanakan pertukaran pelajar di departemen ini adalah bahwa jurusan pendidikan Geografi harus terlebih dahulu masuk dalam konsorsium ilmu Planologi. Menanggapi hal ini, secara kelembagaan jurusan Pendidikan Geografi FISH Unesa perlu secara kelembagaan mengusahakan masuk dalam konsorsium ini.

Ir. Heru Suseno, S.TP., M.T., Kabid Bina Pemerintahan Desa - DPMD Propinsi Jawa Timur, adalah narasumber keempat dalam seminar ini. Tema yang dibawakan adalah tentang Proyek Desa dalam MBKM. Narasumber memberikan banyak informasi yang salah satunya adalah bahwa masing-masing desa memiliki kekhasan adat dan kebiasaan, sehingga proses akulturasi sangat perlu dipahami dan dilakukan bagi setiap mahasiswa yang hendak mengambil program proyek desa ini. DPMD Propinsi Jawa Timur bersedia menjembatani pelaksanaan program Proyek Desa di Jawa Timur yang memiliki status administrasi sebagai desa.